Waspada TIA (Transient Ischemic Attack) – Jangan Anggap Remeh Stroke Ringan
🧠 TIA (Transient Ischemic Attack) atau sering disebut stroke ringan adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terhambat sementara. Meski gejalanya biasanya hanya berlangsung singkat dan dapat pulih kembali, TIA tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda peringatan awal sebelum terjadinya stroke berat.
Perbedaan TIA dan Stroke
- TIA
- Penyumbatan pembuluh darah terjadi sesaat.
- Fungsi otak menurun sementara.
- Gejala umumnya berlangsung 30 menit – 2 jam, kemudian bisa pulih kembali.
- Stroke
- Penyumbatan pembuluh darah terjadi total.
- Menyebabkan kerusakan permanen pada sel otak.
- Dapat menimbulkan kecacatan hingga kematian jika tidak ditangani segera.
Gejala TIA yang Perlu Diwaspadai
- Kesemutan atau mati rasa mendadak di wajah, lengan, atau tungkai.
- Sulit berbicara atau bicara tidak jelas.
- Pandangan kabur atau hilang mendadak pada salah satu mata.
- Pusing mendadak, kehilangan keseimbangan, atau sulit berjalan.
Mengapa TIA Berbahaya?
TIA adalah warning sign stroke. Orang yang pernah mengalami TIA memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke dalam hitungan jam, hari, atau minggu berikutnya. Oleh karena itu, TIA disebut juga “stroke warning”.
Pencegahan TIA dan Stroke
- Kendalikan tekanan darah dengan rutin memeriksa tensi.
- Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh.
- Hentikan merokok dan konsumsi alkohol.
- Rutin olahraga minimal 30 menit setiap hari.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang tinggi serat, buah, dan sayur.
- Rutin kontrol kesehatan bila memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.
📌 Catatan penting: Jika mengalami gejala TIA, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan cepat dapat mencegah risiko stroke permanen.
Sumber:
- Kementerian Kesehatan RI – Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM Kemenkes)
- Infografis Kemenkes: Waspada TIA
- Kemenkes RI, Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Stroke
penulis : Ners Arifuddin